ATR/BPN Pemalang Angkat Sumpah Panitia Ajudikasi & Satuan Tugas serta Sosialisasi PTSL Tahun 2024.
Pemalang, ( kabardesanews.com ) - Kantor Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Kabupaten Pemalang mengadakan kegiatan pengangkatan sumpah panitia ajudikasi dan satuan tugas serta sosialisasi Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), Tahun 2024 di Kabupaten Pemalang. Kegiatan ini bertempat di salah satu hotel di Pemalang, Senin ( 29/1/2024 ).
Dalam laporannya, Kepala Kantor ATR/BPN Kabupaten Pemalang, Gusmanto mengatakan di tahun 2024, PTSL di Kabupaten Pemalang terpetakan di 21 desa yang tersebar di 8 kecamatan dengan target tanah yang tersertifikasi sebanyak 32.237 bidang. Dengan jumlah itu, kata dia, maka target tanah yang tersertifikasi di tahun ini mengalami kenaikan sejumlah 10 ribu bidang tanah dari tahun 2023 lalu yang hanya 22.021 bidang, "Ungkap Gusmanto.
Ia juga memastikan semua sertifikat tanah dari program PTSL tahun 2023 sudah dibagikan semua kepada warga penerima manfaat. Terakhir, pembagian dilakukan di Desa Padek, Kecamatan Ulujami.
"Kemudian untuk tahun 2023 kami sudah selesaikan sebanyak 22.021 bidang dan (sertifikat) sudah kami bagikan dan sudah selesai, " Tandasnya.
Dalam kesempatan ini, Gusmanto juga meminta agar dari pihak kecamatan, pemerintah desa dan pemerintah kabupaten untuk menyamakan visi terkait dengan PTSL. Sebab, menurut dia, PTSL bukan lah-hal baru karena sudah berjalan sejak dari tahun 2017, " Pintanya.
Ia juga memastikan selama tujuh tahun berjalan, program PTSL ini sudah terlaksana dengan baik. Namun ia tak memungkiri selama perjalanannya ada dinamikannya dan baginya itu sudah menjadi hal yang lumrah.
"Walau demikian kami berharap pelaksanaan (PTSL) ini tidak ada hal-hal yang bersifat penyimpangan. Maka kami hadirkan dari instansi kepolisian dan kejaksaan, sehingga kita dapat didampingi," Ujar Gusmanto.
"Kami mohon dari pak jaksa dan pak polisi agar mendampingi kades-kades kami dan petugas kami sehingga perjalanan di lapangan akan sesuai dengan ketentuan. Jangan sampai tiba-tiba di tengah jalan terjadi sesuatu, " Pungkasnya.
(Budi Santoso)