“Desa Rasa Kota: Ketika Anak Muda Karangnunggal Menyalakan Api Masa Depan”
Kabupaten Tasikmalaya, (kabardesanews.com) — Di Karangnunggal, desa tak lagi identik dengan batas. Sejumlah anak muda berduit, intelek, dan jebolan akademik bertemu dengan peluang karier yang mucekil.
Membuktikan bahwa peta rezeki tak selalu berpusat di kota. Tiga figur muda tampil moncer, tinggal di desa namun berpenghasilan kelas nasional. Wajah desa kini berkilau rasa kota—sebuah ironi manis yang menegaskan, masa depan tak ditentukan oleh alamat, melainkan oleh arah dan ikhtiar, Kamis (22/01/2025).
Nasib baik seolah berpihak pada mereka yang jujur, berprestasi, dan konsisten tanpa menyerah, mereka meniti hidup hingga meraih penghasilan di atas UMR Jakarta dan standar tertinggi lainnya. PR kehidupan separuhnya sudah “encer”: bukan sekadar cukup untuk kontrakan dan makan, melainkan pijakan stabil untuk tumbuh. Ini bukan dongeng instan, melainkan hasil disiplin, etos kerja, dan keberanian memilih jalan panjang.
Di antara sorotan itu, nama Ervan, Nanang, dan Annisa mengemuka. Mereka menunjukkan bahwa tinggal di desa atau kota sama saja kuncinya ada pada tata kelola uang dan karakter. Jauh dari gaya hidup hedonis dan borjuis, mereka berani hidup sederhana. Elegan bukan soal pamer, melainkan tentang kendali diri; berkelas bukan soal lokasi, melainkan nilai.
Kisah ini menjadi pesan edukatif bagi generasi muda: jadilah diri sendiri, rawat keunikan, dan berani tampil beda. Saat banyak yang tergiur jalan pintas seperti judi online dan terjebak kemalasan, Karangnunggal menawarkan teladan—membangun diri dan usaha dengan kepala dingin dan hati jernih. Desa bisa menjadi panggung besar bagi mimpi yang dikerjakan dengan benar.
(Eddy R. Kusumah, SH)