Muspika Dan APDESI DPK Karangnunggal SPPI Dan Yayasan MBG Seakan Tak Mau Kolaborasi Sukseskan Program
Kab. Tasikmalaya, Karangnunggal, (Kabardesanews.com) - Muspika dan APDESI DPK Kecamatan Karangnunggal merasa kecewa atas ketidakhadiran SPPI ( Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia) pada undangan yang dilayangkan APDESI Kecamatan Karangnunggal untuk berdialog menyampaikan keluhan dan aspirasi masyarakat.
Dalam hal ini, Pihak APDESI sengaja mengundang Muspika, pihak SPPI, Koperasi dan Yayasan dari masing-masing dapur MBG yang ada di Kecamatan Karangnunggal, hal itu dilakukan untuk berdialog atau diskusi seputar keluhan warga baik dalam kontek permasalahan rekrutmen karyawan, pengadaan komoditi, pemetaan dapur per wilayah dan limbah.
Agenda dialog yang di laksanakan pada Selasa (25/11/2025) bertempat di rumah makan Daris mancing tersebut tidak membuahkan hasil, karena pihak dapur tidak hadir, dan seakan tak peduli dan tak mengindahkan undangan tersebut
Dalam gelaran dialog tersebut hanya dihadiri 4 perwakilan dapur MBG dari 7 dapur yang ada di Kecamatan Karangnunggal, itupun bukan dari pihak yayasan, atau koperasi hanya dari pihak pengelola dapur, yang tentunya tidak akan ada solusi dalam menentukan kebijakan yang di ajukan pihak APDESI dan masyarakat.
Hadir dalam dialog tersebut Muspika Karangnunggal, APDESI, para kepala desa dari 14 desa, Para ketua BPD, Aktivis, Ormas, LSM, pengusaha lokal, selebihnya yang diharapkan APDESI dan Muspika Pihak yang berkompeten baik SPPI dan Yayasan serta koperasi tidak hadir seakan menyepelekan undangan dialog tersebut
Tuntutan yang di ajukan APDESI kepada pihak Dapur MBG adalah, terkait semrawutnya perekrutan karyawan yang jelas tidak banyak memberdayakan warga lokal Karangnunggal, sedangkan program ini jelas harus bisa dirasakan manfaatnya oleh seluruh bukan sebagian
Selanjutnya adalah tuntutan pengadaan komoditi, baik telur, daging, buah-buahan, susu dan pengadaan lainnya sesuai kebutuhan, tidak pernah melibatkan pengusaha lokal, baik itu petani sayuran, peternak, dampaknya harga daya jual dan beli tidak berimbang, bahkan sampai ada pedagang yang mengeluhkan pendapatan dampak dari adanya program yang tidak berpihak kepada mereka
Selain itu tuntutan limbah ada salah satunya dapur yang tidak memperhatikan limbah yang mengakibatkan dampak buruk pada kesehatan lingkungan, pencemaran limbah sudah terjadi dikeluhkan warga, sampai ke sawah gatal-gatal pada kulit, bau menyengat.
Dalam hal ini semua pihak menuntut kepada pihak Dapur baik itu SPPSI,Yayasan dapur dan pengelola yang terlibat, berharap adanya solusi dari beberapa tuntutan tersebut, tuntutan ini pernah di ajukan pada rakor pertama beberapa pekan lalu oleh APDESI, namun sampai saat ini tidak ada tindak lanjut, maka APDESI ambil langkah kedua agar ada realisasi, namun hasilnya masih nihil
Salah satu aktivis yang enggan di sebut namanya, kepada kabar desa menegaskan, karena menemui jalan buntu dan tak ada keputusan pada dialog ini, maka kami akan mengadakan audiensi kepada seluruh dapur MBG yang ada di Kecamatan Karangnunggal
Dilanjutkannya " mereka seakan menyepelekan niat baik pihak APDESI dan Muspika yang ingin menjadikan program ini berjalan sukses, kita semua punya kewajiban mengawal agar program unggulan pak presiden ini berjalan sukses, bukan hanya sukses dari sisi bisnis dengan mengesampingkan nilai-nilai regulasi, " jelasnya.
(YC)