Pernyataan Arogan di GOR Desa Sadananya Ciamis Meledak: Wartawan Ditantang, Pers Tak Akan Diam



Pernyataan Arogan di GOR Sadananya Ciamis Meledak: Wartawan Ditantang, Pers Tak Akan Diam

Kab. Tasikmalaya, ( Kabardesanews.com) -
Publik dikejutkan oleh beredarnya sebuah video viral yang memperlihatkan seorang pria dengan nada menantang dan gestur provokatif terhadap profesi wartawan saat sebuah kegiatan yang diduga berlangsung di GOR Desa Sadananya, Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis. Dalam rekaman itu terdengar jelas ucapan bernada penghinaan seperti, “Wartawan jeng aing, tanggung jawab aing,” dan “Aing moal mundur ku wartawan, diaduan ku aing.” Pernyataan itu bukan hanya menyerang individu, tetapi secara tidak langsung menantang seluruh wartawan dari Sabang sampai Merauke—profesi yang diakui negara sebagai pilar keempat demokrasi.

Sebagai respons, salah satu praktisi hukum sekaligus anggota Forum Wartawan Tasikmalaya Selatan (Forwatas) mempertanyakan keras asal-usul dan konteks munculnya pernyataan tersebut. Ia menegaskan bahwa forum publik di mana rekaman itu diambil semestinya menjunjung etika, transparansi, dan profesionalisme, bukan menjadi panggung arogansi yang merendahkan profesi resmi negara. “Ucapan seperti itu bukan sekadar luapan emosi, tetapi tindakan yang berpotensi mencederai martabat dan integritas pers,” ujarnya, pada Sabtu (22/11/2025).

Forwatas menilai bahwa penghinaan terhadap profesi wartawan sama saja dengan menginjak kerja jurnalistik yang selama ini berperan sebagai pengawas independen. Dengan merujuk pada UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, khususnya Pasal 4 dan Pasal 18, tindakan yang melecehkan atau mengintimidasi wartawan dapat dikategorikan sebagai upaya menghalangi kerja pers, yang merupakan perbuatan melawan hukum dan berpotensi dipidana hingga dua tahun penjara atau denda Rp 500 juta. “Ini bukan perkara sepele—ini serangan terhadap kemerdekaan pers,” tegasnya.

Forwatas menuntut klarifikasi resmi dari pihak yang bersangkutan, termasuk panitia kegiatan, terkait motif dan konteks pernyataan tersebut. “Wartawan bekerja untuk kepentingan publik dan negara. Ketika profesi ini dihina, maka yang diserang bukan hanya individu, melainkan seluruh sistem kontrol sosial bangsa,” pungkasnya. 

**( E & Tim)**

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama