Cecep Nurul Yakin Nostalgia atau Simbol Check Out!! Begini Tanggapan Ketua Gerakan Ajengan Muda Kabupaten Tasikmalaya

Cecep Nurul Yakin Nostalgia atau Simbol Check Out!!

Kab.Tasikmalaya, (kabardesanews.com) - Menarik dicermati keterlibatan Owner PO Bus masuk Politik ini, ada satu daerah lain yang isinya juga raksasa dalam industri transportasi ini, yaitu Tasikmalaya, disana berdiri PO Mayasari Bhakti yang sudah merajai jalanan ibu kota sejak tahun 1964-an. Kemudian ada PO Primajasa, bus yang paling sering terlihat di jalan tol Cipularang, kemudian PO MGI, lalu ada PO Karunia Bhakti, PO Doa Ibu dan satu nama lain yakni PO Budiman. Hebatnya juga, para owner PO bus ini juga turun di kancah politik, sebagai contoh Viman Alfarizi yang menjadi Walikota Tasikmalaya saat ini adalah generasi ketiga dari Mayasari Bhakti Group termasuk H. Amir Mahpud Owner PO Primajasa yang saat ini menjabat sebagai Ketua DPD Gerindra Jawa Barat.

Usut punya usut, baik PO Primajasa, PO MGI, PO Doa Ibu dan PO CBU masih satu keluarga meskipun berbeda manajemen. Dan semuanya adalah anak dari H. Engkud Mahpud sang maestro Mayasari Bhakti.

 H. Amir Mahpud Primajasa ini bukan kaleng-kaleng. Bus-nya bertebaran di Jabar dan DKI. Apalagi Primajasa, selama tujuannya Jakarta, menawarkan perjalanan yang efektif dan efisien. Jika dari Bandung, punya banyak opsi, nge-gocar ke km125, jika ingin lebih sedikit lama menunggu ya ke pintu tol  pasirkoja. Di Km 125 semua bus primajasa dari Timur seperti Garut, Tasik, Cileunyi dan masih banyak lagi karena ragam tujuannya juga banyak, dari mulai Cikarang, Bekasi, Cilitan di kawasan timur, Tanjung Priok di kawasan utara, cempaka putih di kawasan barat. Jika sudah di Km 125 jangan pernah pilih, naik saja. Karena toh sama saja, bisa melanjutkan perjalanan dengan transportasi publik lainnya. Bisa Gojek, KRL, dan LRT. Namun jika sedang santai, bisa naik Primajasa yang tujuan Lebak Bulus bisa Request turun di depan Poins Square. 

Dengan beragam tujuan dan trayek di seantero Jabodetabek, dan kemudahan meng-akses jalur, saya sampai pada kesimpulan bahwa Primajasa sudah menguasai jalur Priangan menuju Jakarta.

 Sampai saya terkejut tadi siang membaca berita di media online dengan judul “Pulang Naik Bus Budiman, Bupati Tasikmalaya Seperti Nostalgia!” Ketika saya baca artikelnya muncul pertanyaan, Pak Bupati Cecep nostalgia sama Bus Budiman-nya? Atau Ceck out dari Primajasa atau Mayasari Bakti Group pendukung utamanya saat Pilkada Tasikmalaya kemarin. Jika nostalgia sama jalur trayeknya rasanya gak mungkin naik PO Budiman, "ucap Hadist Munawir Al Asy'ari Keua Gerakan Ajengan Muda Kabupaten Tasikmalaya, Minggu (01/03/2026). 

Namun setelah dibaca mendalam ternyata beliau sedang nostalgia dengan bus Budiman karena Bupati Cecep kuliah di Bandung bukan di Depok. Sebagai proletar sejati jika mengalami kondisi seperti yang dialami Bupati Cecep, maka saya akan memesan gojek menuju UKI-Cawang, karena di sana tersedia banyak Bus khususnya Primajasa menuju arah Bandung dan Priangan Timur, "jelasnya.

Dalam berita juga disebutkan bahwa setelah turun dari whoosh Bupati naik Taksi ke Depok, wah itu lumayan bisa habis lebih dari 200 ribu. Biar lebih proletar harusnya Bupati naik LRT ke cawang, kemudian alih moda dengan KRL koridor Bogor-Kota. Di stasiun Depok naik gojek menuju tempat pertemuan dengan pak Gubernur, ini lebih efisien, perkiraan habis uamg sekitar 15rb plus gojek 20rb, tapi pasti lebih cepat.

Jika Bupati berangkat dari Tasik jam 14.00 maka sampai stasiun Tegaluar sekitar jam 16.30 kecuali dikawal sama patwal bisa tiba di tegaluar jam 16.00. Jika 16.30 berangkat ke stasiun Halim, maka tiba 17.15-17.30. Jam 16.00-21.00 adalah jam-jam macet padat ke arah Depok, kecuali masuk Tol lintas Margonda yang tarifnya mahal itu. Namun untuk masuk Tol harus berputar dulu masuk Jagorawi, kemudian Tol JORR, baru masuk tol Antasari Depok. Tadinya saya tidak akan menanggapi berita tersebut, namun karena penjelasannya agak “aneh” maka saya sebagai pengguna transportasi Publik perlu menjelaskan. Tidak disebutkan Pak Bupati kehabisan tiket Whoosh jam berapa, namun saya seringkali pulang dari Jakarta dini hari naik bus Ekonomi AC tujuan Priangan Timur, turun di pintu Padalarang atau Cileunyi, dan di Cawang UKI hampir selalu dipastikan yang tersedia adalah Primajasa. Rasanya Pak Bupati memang ingin nostalgia dengan Bus PO Budiman atau mau Checkout dari Mayasari Bhakti Group!! "pungkas Hadist Munawir Al Asy'ari.

(red)

Post a Comment

أحدث أقدم