Gilang Sambut Baik Kesiapan Bank BI KPW Tasikmalaya Dalam Gelar Seminar Literasi Keuangan

Gilang Sambut Baik Kesiapan Bank BI KPW Tasikmalaya Dalam Gelar Seminar Literasi Keuangan

Tasikmalaya, Kabardesanews.com - Paguyuban Ekonomi Barkakot (Baraya Kota Kabupaten Tasikmalaya), organisasi mandiri nir-politik yang berlandaskan kekeluargaan dan gotong royong, terus melangkah mewujudkan visi mempercepat perbaikan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan ekonomi pelaku UMKM di wilayah Kota dan Kabupaten Tasikmalaya. Berdiri sejak rintisan tahun 2022 dan resmi dikukuhkan kepengurusannya pada tahun 2026, Barkakot kini telah menaungi +- 300  anggota dan terus aktif merekrut pelaku usaha baru untuk tumbuh bersama.
 
Berkedudukan di wilayah hukum Kota dan Kabupaten Tasikmalaya dengan sekretariat di Perum Cikunir Kencana Raya Blok C No. 10 Singaparna serta Jl. Lewi Urug I RT 02/RW 05 Kelurahan Cipedes, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, organisasi ini berpegang teguh pada prinsip dasar: BERGERAK, BERDAYA, BERDAMPAK.
 
Dalam rapat koordinasi dan finalisasi persiapan seminar yang dilakukan secara zomm pada 19 Agustus 2026, dan sebelum nya di adakan di salah satu Wisata Kuliner Simpan Lima Tasikmalaya pada 14/08/26 pengurus Barkakot menyepakati rangkaian materi strategis yang sangat relevan dengan tantangan ekonomi saat ini. Humas sekaligus Ketua Panitia Seminar, Gilang, S.Pd., menjelaskan bahwa seminar ini dirancang bukan sekadar berbagi wawasan, melainkan sebagai langkah pencegahan dini terhadap risiko yang dapat menghambat pertumbuhan usaha para anggotanya.
 
"Kami mengajak seluruh peserta untuk hadir tepat waktu agar dapat mengikuti seluruh materi dengan tuntas. Seminar ini kami susun secara khusus agar pelaku UMKM tidak hanya bertahan, tetapi mampu berkembang di tengah gejolak ekonomi. Pemahaman terhadap CBP Rupiah, cara mengantisipasi dampak inflasi daerah, serta penguasaan alat pembayaran digital seperti QRIS adalah kunci pencegahan kerugian dan peningkatan omzet usaha," ujar Gilang
 
Materi seminar disusun untuk menjawab kebutuhan nyata pelaku usaha, meliputi:
 
- CBP Rupiah — pemahaman nilai tukar dan dampaknya terhadap harga bahan baku;
- Pengenalan dan Penanganan Inflasi Daerah — cara membaca tren harga serta strategi penyesuaian biaya produksi dan harga jual agar tetap berdaya saing;
- Manfaat dan Cara Membuat QRIS — digitalisasi pembayaran yang mempercepat transaksi sekaligus mencegah risiko uang palsu dan pencatatan keuangan yang rapi.
 
Gilang juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Manajemen Bank Indonesia KPW Tasikmalaya atas dukungan yang diberikan. Ia berharap BI dapat turut mengundang bank pelaksana agar pembuatan QRIS dapat dilakukan langsung di lokasi seminar, mengingat masih banyak pelaku UMKM yang belum memiliki kode QRIS dan belum memahami kemudahannya.
 
Ketua Umum Barkakot, Ustadz Dede , didampingi gilang Ferdian, serta jajaran pengurus lainnya, menegaskan bahwa seminar ini merupakan bagian dari program kerja jangka pendek dan menengah untuk memperkuat fondasi ekonomi anggota sebelum menuju pembentukan Koperasi Barkakot sebagai wadah pengelolaan modal dan pemasaran bersama.
 
Program kerja Barkakot disusun secara bertahap:
 
- Jangka Pendek: Rekrutmen pelaku UMKM dan koordinator kecamatan, silaturahmi ke pemerintah daerah serta lembaga keuangan;
- Jangka Menengah: Pelatihan keterampilan usaha, manajemen keuangan, pendampingan akses permodalan, dan pemetaan potensi ekonomi tiap wilayah;
- Jangka Panjang: Pembentukan koperasi dan ekosistem ekonomi yang saling menguatkan antar-pelaku usaha Tasikmalaya.
 
Dengan semangat kekeluargaan dan gotong royong, Barkakot bertekad mewujudkan misi menjadi mitra masyarakat yang andal, membangun kemandirian ekonomi, serta menjaga dan mengamalkan nilai-nilai luhur budaya Tasikmalaya di tengah dinamika ekonomi yang terus berubah.
 
(Redaksi)

Post a Comment

أحدث أقدم