Seribu Obor Dan Api Unggun Di Super Camp Santana Semarakkan HUT RI Ke-81 Kawasan Wisata Curug Batu Blek Menyala
Kabupaten Tasikmalaya, Kabardesanews.com — Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terasa begitu khidmat sekaligus meriah di Desa Santanamekar, Kecamatan Cisayong. Puncak perayaan yang digelar di kawasan wisata Curug Batu Blek tersebut menghadirkan panorama menakjubkan berupa ribuan obor dan api unggun yang menyala di tengah gelapnya malam serta ratusan tenda yang berdiri di antara kemeriahan. Sabtu (22/08/2026) malam.
Ribuan obor dinyalakan secara bersamaan hingga menciptakan lautan cahaya dari ketinggian Puncak wisata curug Batu Blek. Di tengah suasana tersebut, api unggun berukuran besar turut berkobar, menambah semarak sekaligus menjadi simbol semangat perjuangan dan persatuan masyarakat dalam mengisi kemerdekaan.
Bagi masyarakat Santanamekar, seribu obor yang dinyalakan bukan sekadar bagian dari kemeriahan acara. Cahaya tersebut dimaknai sebagai simbol seribu harapan dan cita-cita masyarakat yang terus menyala, sementara api unggun menggambarkan semangat kemerdekaan yang diharapkan tidak pernah padam, serta ratusan tenda yang berdiri merupakan simbol kerukunan.
Kepala Desa Santanamekar, Ade Saepudin, dalam sambutannya mengajak masyarakat untuk terus menjaga semangat perjuangan para pahlawan.
«“Kemerdekaan ini bukanlah hadiah, melainkan hasil perjuangan darah dan air mata para pendahulu kita. Seribu obor yang menyala malam ini adalah bukti bahwa semangat ’45 tidak pernah padam. Di Desa Santana Mekar, di Puncak Wisata Curug Batu Blek, kita tetap bersatu, tetap tegak, dan tetap berjuang,” ungkap Ade.»
Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh masyarakat Desa Santana Mekar serta para stakeholder yang turut mendukung terselenggaranya kegiatan bertajuk seribu obor dan ngamumule budaya tersebut.
Menurutnya, dukungan dan kebersamaan seluruh pihak menjadi salah satu kunci sehingga rangkaian kegiatan dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-81 dapat berlangsung dengan lancar.
Selain penyalaan ribuan obor dan api unggun, malam puncak perayaan juga semakin semarak dengan berbagai pertunjukan seni budaya khas masyarakat Sunda.
Penampilan Jaipongan berhasil menghibur masyarakat yang hadir. Para penari tampil lincah dan anggun mengikuti irama khas Priangan, menghadirkan perpaduan gerakan penuh semangat dan kelembutan yang disambut tepuk tangan serta sorak-sorai warga.
Tak kalah menarik, pertunjukan Pencak Silat yang dibawakan para pesilat muda Santanamekar turut menjadi perhatian. Gerakan yang cepat, tangkas, dan penuh ketangkasan tersebut menunjukkan bahwa seni bela diri tradisional tetap hidup dan terus diwariskan kepada generasi muda.
Pertunjukan pencak silat juga menjadi pengingat bahwa warisan budaya tidak hanya berkaitan dengan kesenian, tetapi mengandung nilai-nilai kedisiplinan, kesabaran, keberanian, kehormatan, serta kemampuan menjaga diri.
Puncak peringatan HUT RI ke-81 di Batu Blek menjadi momentum bagi masyarakat Santanamekar untuk tidak hanya mengenang jasa para pahlawan, tetapi juga memperkuat persatuan dan kecintaan terhadap budaya lokal.
Di Puncak curug Batu Blek, semangat kemerdekaan tidak hanya hadir melalui cahaya seribu obor. Semangat tersebut diharapkan terus menjadi energi bagi masyarakat untuk menjaga persatuan, melestarikan budaya, serta bersama-sama membangun Desa Santanamekar agar semakin maju.
Cahaya obor boleh padam ketika malam berakhir, namun semangat kemerdekaan diharapkan tetap menyala dalam setiap langkah dan kehidupan masyarakat.
*(YC)*
إرسال تعليق