Perhutani KPH Tasikmalaya Siapkan 218.151 Bibit Untuk Dukung Pengelolaan Hutan Lestari Tahun 2026

Perhutani KPH Tasikmalaya Siapkan 218.151 Bibit Untuk Dukung Pengelolaan Hutan Lestari Tahun 2026

TASIKMALAYA, Kabardesanews.com - Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Tasikmalaya menyiapkan 218.151 bibit tanaman kehutanan untuk mendukung kegiatan penanaman tahun 2026. Bibit tersebut akan ditanam pada lahan seluas 196,37 hektare yang tersebar di lima Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH). Persiapan ini merupakan bagian dari komitmen Perhutani dalam menjaga kelestarian sumber daya hutan sekaligus meningkatkan produktivitas kawasan hutan secara berkelanjutan.

Jenis tanaman yang disiapkan meliputi jati jenis JPP SP, mahoni, dan balsa. Penanaman pada kawasan hutan produksi tersebut diarahkan untuk menjaga kesinambungan tegakan, meningkatkan kualitas dan produktivitas hutan, serta mempertahankan fungsi ekologis kawasan. Melalui perencanaan penanaman yang berkelanjutan, Perhutani berupaya memastikan potensi sumber daya hutan tetap terjaga dan dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang.

Administratur/KKPH Tasikmalaya, Iwan Yuliawan Sunarya, S. Hut, menyampaikan, 04/11/26, bahwa pengelolaan hutan tidak hanya berorientasi pada pemanfaatan sumber daya, tetapi juga mengedepankan tanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan. Menurutnya, persiapan musim tanam merupakan investasi jangka panjang untuk menjaga keseimbangan antara fungsi ekologi, produksi, dan ekonomi kawasan hutan.

“Bagi Perhutani, pengelolaan hutan bukan hanya tentang pemanfaatan sumber daya, tetapi juga tanggung jawab untuk memastikan kelestariannya. Persiapan musim tanam tahun 2026 merupakan bagian dari investasi jangka panjang dalam menjaga kesinambungan tegakan, meningkatkan produktivitas kawasan, serta memastikan hutan tetap memberikan manfaat ekologis dan ekonomi,” ujarnya.

Iwan menambahkan, pengelolaan hutan yang berkelanjutan harus mampu memberikan nilai tambah bagi perusahaan sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar hutan. Oleh karena itu, keterlibatan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) dan masyarakat menjadi bagian penting dalam mendukung keberhasilan kegiatan kehutanan, mulai dari penanaman hingga pemeliharaan tanaman.

“Kami ingin memastikan bahwa pengelolaan hutan yang lestari juga mampu memberikan nilai tambah bagi perusahaan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar hutan. Karena itu, keterlibatan LMDH dan masyarakat menjadi bagian penting dalam mewujudkan pengelolaan hutan yang produktif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat bersama,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Madya Pembinaan Sumber Daya Hutan (SDH), Dadi Santosa, menjelaskan bahwa persiapan penanaman dilakukan dengan mempertimbangkan kesesuaian jenis tanaman, kondisi lahan, serta perencanaan pengelolaan di masing-masing BKPH. Menurutnya, keberhasilan kegiatan penanaman tidak hanya diukur dari jumlah bibit yang ditanam, tetapi juga ditentukan oleh kualitas pemeliharaan dan pengawasan setelah penanaman.

“Persiapan tanaman tahun 2026 dilakukan dengan memperhatikan kesesuaian jenis tanaman, kondisi lahan, serta perencanaan pengelolaan hutan di masing-masing BKPH. Kami memastikan kegiatan tidak berhenti pada penanaman bibit, tetapi dilanjutkan dengan pemeliharaan dan pengawasan agar tanaman tumbuh optimal dan mampu mendukung keberlanjutan tegakan hutan,” jelas Dadi.

Selain menjaga kelestarian hutan dan meningkatkan produktivitas perusahaan, kegiatan penanaman juga membuka ruang partisipasi ekonomi bagi masyarakat sekitar. Keterlibatan masyarakat dalam aktivitas penanaman dan pemeliharaan berpotensi menciptakan peluang kerja, menambah pendapatan rumah tangga, serta mendorong tumbuhnya kemitraan produktif antara Perhutani dan masyarakat desa hutan. Dengan demikian, keberhasilan pengelolaan hutan diharapkan berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Bagi Perhutani, kesinambungan tegakan merupakan fondasi penting dalam menjaga potensi hasil hutan, meningkatkan produktivitas kawasan hutan produksi, dan memperkuat keberlanjutan usaha perusahaan. Sementara bagi masyarakat, hutan yang dikelola secara baik dapat memberikan manfaat melalui peluang kegiatan ekonomi, kemitraan kehutanan, serta keberlanjutan sumber penghidupan. Hubungan saling mendukung tersebut menjadi bagian penting dalam membangun pengelolaan hutan yang tidak hanya produktif, tetapi juga memberikan manfaat sosial secara berkelanjutan.

Melalui persiapan musim tanam 2026, Perhutani KPH Tasikmalaya terus memperkuat upaya pengelolaan hutan dengan mengintegrasikan aspek ekologi, produksi, ekonomi, dan sosial. Dengan menjaga kelestarian tegakan, mengoptimalkan produktivitas hutan, serta memperkuat keterlibatan masyarakat, Perhutani berupaya memastikan hutan tetap terpelihara dan mampu memberikan manfaat bagi perusahaan, masyarakat, serta generasi mendatang.

**(Gilang)**

Post a Comment

أحدث أقدم